Home » , » HAKIKAT IPA

HAKIKAT IPA


HAKIKAT IPA

A. Hakikat IPA
1. Pandangan Beberapa Ahli Filsafat Tentang IPA
Banyak definisi dan penjelasan yang dapat kita peroleh tentang IPA. Banyak definisi tentang IPA, salah satunya berbunyi sebagai berikut : yang dimaksud dengan IPA atau science (istilah bahasa Inggris) sebenarnya adalah natural science, yang dapat didefinisikan sebagai : pengetahuan tentang fakta dan hukum-hukum yang didasarkan atas pengamatan dan disusun dalam satu sistem yang teratur. Untuk memahami IPA, ada baiknya kita mengetahui beberapa pandangan ahli tentang IPA. Berikut ini beberapa pandangan tersebut dalam Mariana (2009) :
a. Fisher (1975:5)
secara etimologi Fisher menyatakan kata IPA berasal dari bahasa latin, yaitu scienta yang arinya secara sederhana adalah pengetahuan (knowledge). Kata IPA mungkin juga berasal dari bahasa Jerman, yaitu Wissenchaft yang artinya sistematis, pengetahuan yang terorganisasi. IPA diartikan sebagai pengetahuan yang secara sistematis tersusun dan bersama-sama dalam suatu urutan terorganisasi, misalnya : pengetahuan tentang fisika, biologi dan kimia.
b. Jenkins & Whitefield :1974; Conant : 1975)
IPA merupakan rangkaian konsep dan skema konseptual yang saling berhubungan dan dikembangkan dari hasil eksperimentasi dan observasi serta sesuai untuk ekperimentasidan observasi berikutnya

c. Brownowski
IPA merupakan organisasi pengetahuan dengan suatu cara tertentu berupa penjelasan lebih lanjut mengenai hal-hal yang tersembunyi yang ada di alam.
1) IPA adalah penguasaan dunia atas lingkungannya.
2) IPA adalah suatu pengetahuan yang memepelajari tentang materi dunia.
3) IPA adalah metode eksperimental
4) IPA berusaha menuju kepada kebenaran melalui penyimpulan logis dari hasil pengamatan empiris.
d. Davis
IPA merupakan organisasi pengetahuan yang diperoleh dengan cara-cara tertentu berupa penjelasan lebih lanjut mengenai hal-hal yang tersembunyi yang ada di alam.
e. Chalmers
IPA didasari hal-hal yang dilihat, didengar, diraba, dan lain-lain. IPA bersifat obyektif dan dapat dibuktikan IPA merupakan batang tubuh pengetahuan yang diperoleh melalui metode yang didasarkan observasi.
f. Fisher (1975:6)
batasan IPA adalah body of knowledge by methods based upon observation. Suatu batang tubuh pengetahuan yang diperoleh melalui suatu metode yang berdasarkan observasi. Cambbel dalam Fisher (1975:7) menyatakn IPA sebagai sesuatu yang memiliki dua bentuk, yaitu (1) IPA sebagai batang tubuh ilmu pengetahuan yang berguna, pengetahuan praktis, metode memperolehnya: dan (2) IPA sebagai hal yang murni aktivitas intelektual. Bube (dalam Fisher, 1975 : 9) menyatakan IPA sebagai pengetahuan tentang alam yang diperoleh melalui interaksi antara akal dengan dunia.
g. Sund dan Trowbrige
IPA sebagai body of knowledge yang dibentuk melalui proses inkuari penerus, yang diarahkan oleh masyarakat yang bergerak di bidang IPA. IPA lebih dari sekedar pengetahuan (knowledge). IPA merupakan upaya manusia meliputi operasi mental, keterampilan dan strategi memanipulasi dan menghitung, keingintahuan, keteguhan hati, ketekukan dalam menyingkap rahasia alam semesta.
Batasan yang dikemukakan oleh tokoh terakhir ini paling lengkap jika dibandingkan dengan definisi yang lain. Sund tidak hanya melibatkan kumpulan pengetahuan yang diperoleh dengan metode inquiri, tetapi memasukkan unsur mental yang dilakukan oleh oleh individu untuk memperoleh penjelasan tentang fenomena alam baik secara induktif maupun deduktif.
Berdasarkan penelusuran dari berbagai pandangan para ahli dalam bidang IPA dapat dirumuskan bahwa IPA adalah ilmu pengetahuan atau kumpulan konsep, prinsip, hukum dan teori yang dibentuk melalui proses yang kreatif yang sistematis yang melalui inkuiri yang dilanjutkan dengan proses observasi (empiris) secar terus menerus; merupakan suatu upaya manusia yang meliputi operasi mental, keterampilan dan strategi memanipulasi dan menghitung yang dapat diuji kembali kebenarannya dengan dilandasidengan sikap keingintahuan , keteguhan hati, ketekunan yang dilakukan oleh individu untuk menyingkap rahasia alam semesta.
Secara operasional IPA memiliki makna:
a Sekumpulan pengetahuan
b Suatu proses pencarian
c Suatu sarana pengembangan nilai-nilai
d Suatu sarana untuk mengenal dunia
e Suatu sarana untuk mengembangkan hubungan sosial
f Suatu hasil konstruksi manusia
g Bagian dari kehidupan manusia (Ielma, 2012)
Dari makna-makna tersebut, sering kita menyimpulkan bahwa IPA pada hakikanya terdiri atas aspek :
a. Produk , merujuk pada sekmpulan pengetahuan berupa fakta, konsep, prinsip, teori, hukum
Contoh fakta : air mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah
Contoh Konsep : energi, air, tumbuhan, massa, gaya
Adanya juga konsep yang terdefinisikan seperti:
Energi dapat diiubah bentuknya. Atau materi dapat diubah bentuk dan wujudnya.
Contoh prinsip:
Kutub-kutub magnet yang tidak sama akan saling tarik menarik.
Ion positif dan ion negatif akan saling tarik menarik.
b. Proses, proses IPA merujuk pada proses-proses pencarian IPA yang dilakukan para ahli serong disebut science as the process of inquiry
IPA memiliki sesuatu metode, yang dikenal denga scientifik method atau metode ilmiah, yang meliputi kegiatan-kegiatan seperti:
a. Mengenal dan merumuskan masalah.
b. Mengumpulkan data.
c. Melakukan percobaan atau penelitian.
d. Melakukan pengamatan.
e. Melakukan pengukuran.
f. Menyimpulkan.
g. Mengkomunikasikan pegetahuan atau melaporkan hasil penemuan.
Untuk melakukan metode ilmiah diperlukan sejumlah keterampilan IPA yang sering disebut science processes skills. Proses IPA meliputi mengemati, mengkalsifikasi, menginfer, memprediksi, mencari hubungan, mrngukur, mengkomunkasikan, mermuskan hipotesis, melakukan eksperimen, mengontrol variabel, menginterpretasikan data, menyimpulkan.
c. Sikap
Selain menggunakan metode ilmiah, para ilmuwan IPA perlu pula memiliki sifat ilmiah (scientific attittudes), agar hasil yang dicapainya itu sesuai dengan harapannya. Sikap-sikap tersebut antara lain:
1) Objektif terhadap fakta aau kenyataan, artinya bila sebuah benda menurut kenyataan berbentukbulat telur, maka dia secara jujur akan melaporkan bahwa bentuk benda itu bulat telur. Dia berusaha untuk tidak dipengaruhi oleh perasaannya.
2) Tidak tergesa-gesa di dalam mengambil kesimpulan atau keputusan.
Bila belum cukup data yang dikumpulkan untuk menunjang kesimpulan atau keputusan. Seorang ilmuwan IPA tidak akan tergesa-gesa menarik kesimpulan. Ia akan mengulangi lagi pengamatan-pengamatan dan percobaan-percobaannya, sehingga datany cukup dan kesimpulannya mantap, karena didukung oleh data-data yang cukup dan akurat.
3) Berhati terbuka, artinya bersedia mempertimbangkan pendapat atau penemuan orang lain, sekalipun pendapat atau penemuan orang lain itu bertentangan dengan pendapatnya sendiri
4) Dapat membedakan antara fakta dan pendapat.
Fakta dan pendapat adalah hal yang berbeda. Fakta adalah sesuatu yang ada, terjadi dan dapat dilihat atau diamati. Sedangkan pendapat adalah hasil proses berfikir yang tidak didukung fakta.
5) Bersikap tidak memihak suatu pendapat tertentu tanpa alasan yang didasarkan atas fakta.
6) Tidak mendasarkan kesimpulan atas prasangka.
7) Tidak percaya akan takhayul Tekun dan sabar dalam memecahkan masalah.
9) Bersedia mengkomunikasikan dan mengumumkan hasil penemuannya untuk diselidiki, dikritik dan disempurnakan.
10) Dapat bekerjasama dengan orang lain.
11) Selalu ingin tahu tentang apa, mengapa, dan bagaimana dari suatu masalah atau gejala yang dijumpainya.
d. Aplikasi
Aspek aplikasi merujuk pada dimensi aksiologis IPA sebagai suatu ilmu, yaitu penerapannya pengetahuan tentang IPA dalam kehidupan. Untuk menerapkan pengetahuan IPA dalam kehidupan diperlukan kemampuan untuk:
1) Mengidentifikasi hubungan konsep IPA dalam penggunaannya dengan kehidupan sehari-hari
2) Mengaplikasikan pemahaman konsep IPA dan keterampilan IPA pada masalah riil
3) Memahami prinsip-prinsip ilmiah dan teknologi yang bekerja pada alat-a;at rumah tangga
4) Memahami dan menilai laporan-laporan perkembangan ilmiah yang ditulis pada mass media

2. Nilai-nilai IPA
Bila kita meninjau kembali tentang hakekat IPA yang dipaparkan di atas ternyata bahwa IPA mempunyai nilai-nilai kehidupan dan pendidikan. Nilai-nilai IPA dalam berbagai segi kehidupan itu seperti dalam Ielma (2012) adalah:
a. Nilai praktis
Tidak diragukan lagi bahwa IPA mempunyai nilai praktis, dimana hasil-hasil penemuan IPA, baik secara langsung atau tidak langsung dapatdigunakan dan dimanfaatkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya: komputer, robot, mesin cuci, televisi, dan sebagainya. Teknologi yang merupakan hasil-hasil penemuan IPA telah banyak sekali mengasilkan benda-benda yang sangat bermanfaat bagi manusia.
Perkembangan dan kemajuan teknologi mengandalkan hasil teknologi mengandalkan hasil penemuan IPA. Demikian pula IPA, memanfaatkan hasil teknologi untuk memecahkan masalah-masalah dan memperoleh penemuan-penemuan baru (contoh: komputer, mikroskop elektron, dan sebagainya). Tidak disangsikan lagi bahwa IPA dan teknologi saling membutuhkan, saling mengisi dan saling membantu untuk bisa terus berkembang.
b. Nilai intelektual
IPA dengan metode ilmiahnya banyak sekali digunakan untuk memecahkan masalah-masalah, bukan saja masalah yan berkaitan dengan IPA, tetapi masalah-masalah lain yang berkaitan dengan sosial dan ekonomi. Ilmu sosial dan ekonomi banyak menggunakan metode ilmiah dalam memecahkan masalah-masalahnya. Metode ilmiah memberikan kemampuan dan keterampilan kepada manusia untuk dapat memecahkan masalah. Kemampuan ini ternyata memberikan kepuasaa khusus kepada manusia. Oleh karena itu IPA dengan metode ilmiahnya mempunyai nilai intelektual.
c. Nilai sosial politik- ekonomi
Negara yang IPA dan Teknologinya maju akan mendapat tempat khusus dalam kedudukan sosial, politik, dan ekonominya. Negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman, Jepang dsb mendapat kedudukan penting dalam percaturan dunia. Indonesia pernah merintis penggunaan teknologi canggi dengan pembuatan pessawat terbang di IPTN, dan pada waktu iti , negara kita pun mulai diperhitungkan oleh dunia dan membawa dampak terhadap nilai sosial, politik, dan ekonomi.
d. Nilai keagamaan
Ada yang berpendapat bahwa apabila seseorang belajar IPA dan Teknologi terlalu mendalam, maka orang itu akan melakukan hal-hal yang menjurus ke arah negatif, misalnya ingkar kepada Allah SWT.. Pendapat ini nampaknya tidak semua benar, karena banyak para ilmuwan IPA yang dahulunya kurang percaya terhadap Agama, sedikit demi sedikit bahkan ada yang sangat mendalami Agama. Mereka ilmuwan masih belum bisa mengungkapkan semua fenomena alam yang ada di Bumi dan Jagad Raya ini, mereka manusia memiliki kemampuan terbatas. Mereka menyadari bahwa ada yang menciptakan dan mengatur segala keteraturan yang ada di Jagad Raya ini, dan mereka ilmuwan pun semakin yakin dan percaya bahwa ada yang mengatur semua itu yakni Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Seorang ilmuwan yang beragama akan semakin tebal keimannya, karena kepercayaan terhadap agama tidak hanya didukung leh dogma-dogma, melainkan juga oleh rasio yang ditunjang oleh segala pengamatan yang merupakan manisfestasi kebesaran Allah. Pernyataan yang terkenal yang diungkap oleh ilmuwan besar, seperti Albert Einstein adalah “ Science without religious is blind and religious without science is limp”
e. Nilai pendidikan
Dalam abad kemajuan IPA dan teknologi ini diperlukan warganegara –warganegara yang melek IPA dan Teknologi Namun sangat disayangkan, masyarakat kita masih banyak yang belum melek IPA dan Teknologi ini. Untuk memecahkan masalah ini merupakan salah tugas pendidik IPA. Guru IPA memiliki tugas untuk membelajarkan siswa dengan baik untuk mencapai tujuan pendidikan IPA saat ini, yaitu menciptakan warganegara yan sadar akan IPA dan Teknologi.
Menurut De Boer (1991:177) orang yang sadar IPA adalah “orang yang dapat menggunakan konsep-konsep IPA, keterampilan proses IPA dan nilai dalam membuat keputusan sehari-hari bila ia berinteraksi dengan orang lain atau lingkungannya dan ia juga memahami hubungan antara IPA, teknologi, dan masyarakat, termasuk aspek aspek perkembangan sosial dan ekonomi”
Orang yang sadar teknologi menurut M.J. Dyrenfurth (1971) dalam Benny Karyadi (1997:1) dan Poedjiadi (1996:7) mempunyai ciri-ciri : (1) tahu menggunakan dan memelihara produk teknologi; (2) sadar tentang proses teknologi; (3) sadar akan dampak yang ditimbulkan oleh teknologi terhadap manusia dan masyarakat; (4) mampu mengadakan penilaian tentang proses dan produk teknologi; (5) serta mampu menghasilkan teknologi alternatif yang sederhana. Lebih lanjut lagi Poedjiadi (1997:4) merumuskan bahwa sadar IPA dan teknologi adalah orang yang memiliki karakteristik: (1) menguasai konsep-konsep IPA dan teknologi yang akan meningkatkan kemampuan orang tersebut untuk berpartisipai secara efektif di masyarakatnya; (2) mampu berpartisipasi, memelihara, dan peduli terhadap kemungkinan dampak negatif dari produk teknologi; (3) kreatif dalam menghasilkan dan memodifikasi produk-produk yang dibutuhkan masyarakat; dan (4) sensitif serta peduli terhadap masalah-masalah lingkungan dan dapat membuat keputusan sehubungan dengan nilai-nilai.
Dari uraian di atas, diharapkan melalui pendidikan IPA diharapkan masyarakat dapat mehami IPA dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk memecahkan masalah dalam kehidupan. Persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, urbanisasi daan persoalan yang lain seperti erosi, gizi rendah, kesehatan, dan lain-lain adalah contoh dari ketidakpedulian terhadap IPA dan Teknologi. Hal seperi tersebut di atas yang membuat daya saing kita dibandingkan dengan negara-cegara lain menjadi lemah. Oleh karena itu IPA memiliki perananan yang sangat penting dalam pendidikan.

B. Pendidikan IPA
Hakkat pendidikan berfokus pada bagaimana peserta didik belajar bukan berfokus pada bagaimana guru mengajar. Menurut Jhon Dewey dalam Koswara (2008) menekankan bahwa belajar adalah apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri. Pendidikan dimaknai sebagai proses yang di dalamnya seseorang mengembangkan semua aspek kepribadian manusia, yang mencakup pengetahuan, kemampuan, sikap, nilai, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di masyarakat di mana ia hidup. Pendidikan IPA adalah suatu upaya atau proses untuk membelajarkan siswa untuk memahami hakikat IPA yang berupa produk, proses dan mengembangkan sikap ilmiah serta sadar akan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat untuk pengembangan sikap dan tindakan berupa aplikasi IPA yang positif. Jadi pendidikan IPA pada hakikatnya adalah membelajarkan peserta didik untuk memahami hakikat IPA (proses dan produk serta aplikasinya) mengembangkan sikap ingin tahu, keteguhan hati dan ketekunan serta sadar akan nilai-nilai yang ada di dalam diri masyarakat.
Tujuan pendidikan IPA dewasa ini mencakup lima dimensi, yaitu dimensi:
1. Pengetahuan dan pemahaman (scientific information)
Dimensi ini mencakup belajar informasi spesifik seperti : fakta, konsep, teori, hukum dan penyelidikan pengetahuan sejarah IPA
2. Penggalian dan penemuan (exploring and discovering; scientific processes)
Dimensi ini beruhubungan dengan penggunaan proses-proses IPA untuk mempelajari bagaimana ahli IPA bekerja dan berpikir Keterampilan yang harus diajarkan mencakup: mengamati, mendeskripsikan, mengklasifikasi dan mengorganisasikan, mengkomunikasikan , berhipotesis, menguji hipotesis, menginterpretasikan data, dsb
3. Imaginasi dan kreativitas
a. Dimensi ini berhubungan dengan kemampuan memvisualisasikan atau menghasilkan gambaran mental
b. Mengkombinasikan objek dan gagasan dengan cara-cara baru
c. Memecahkan masalah dan teka-teki
d. Menghasilkan ide/gagasan yang tidak biasa

4. Sikap dan nilai
a. Pengembangan sikap-sikap positif terhadap IPA, ahli IPS, guru IPA, dan diri sendiri
b. Pengembangan kepekaan dan penghargaan kepada orang lain
c. Mengekspresikan perasaan dengan cara yang konstruktif
d. Mengambil keputusan dengan didasari oleh nilai-nilai individu, sosial, dan isu-isu lingkungan
5. Penerapan
Mampu mengidentifikasi hubungan konsep IPA dalam penggunaannya dengan kehidupan sehari-hari; memahami prinsip-prinsip ilmiah dan teknologi yang bekerja pada alat-alat rumah tangga ; memahami dan menilai laporan-laporan perkembangan ilmiah yang ditulis pada mass media.

Sumber: Makalah Bahan Pembelajaran IPA Kelas PSn P2TK PPS UNY Tahun 2012

Written by : Your Name - Describe about you

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam id libero non erat fermentum varius eget at elit. Suspendisse vel mattis diam. Ut sed dui in lectus hendrerit interdum nec ac neque. Praesent a metus eget augue lacinia accumsan ullamcorper sit amet tellus.

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

0 komentar:

Poskan Komentar

HTM4